6 Kandungan Kosmetik yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Catat Moms!


Kehamilan menjadi masa-masa yang istimewa bagi seorang wanita karena dalam masa itu tubuh berada dalam proses penyesuaian. Di mana selama masa kehamilan ada janin yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim dan bersiap untuk dilahirkan ke dunia.

Selama hamil banyak sekali hal yang harus diperhatikan oleh seorang wanita terkait masalah kesehatan. Seperti mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan janin hingga menjaga tubuh dari zat-zat yang bisa membahayakan dan mengganggu perkembangan janin dalam rahim.

Begitu juga dalam memakai skincare, kita harus bisa memilih skincare yang aman untuk  ibu hamil agar tidak membahayakan janin. Beberapa produk kecantikan ada yang mengandung zat yang tidak baik bagi janin.

Meski kosmetik dipakai pada permukaan kulit, namun zatnya bisa diserap tubuh dan beredar dalam darah yang pada akhirnya juga sampai pada janin. Tidak mau kan, janin jadi tidak sehat karena zat-zat berbahaya dalam kosmetik?

Kandungan Kosmetik yang Dilarang untuk Ibu Hamil


Banyak sekali produk kosmetik yang beredar di pasaran setiap kita pasti memiliki kosmetik andalan agar tetap cantik. Selama tidak hamil, tentu kita tidak begitu memperhatikan kandungan dalam kosmetik. Asal lulus BPOM maka kosmetik tersebut kita anggap aman untuk digunakan.

Meski begitu, ada beberapa kandungan kosmetik yang dilarang untuk ibu hamil yang mungkin kandungan tersebut ada dalam produk skincare yang kita gunakan saat ini. Nah, berikut adalah beberapa kandungan kosmetik yang dilarang untuk ibu hamil.

1. Retinoid


Retinoid merupakan salah satu zat yang terkandung dalam skincare, umumnya ada dalam produk-produk antipenuaan. Retinoid bermanfaat untuk menjaga kulit dari kerutan, jerawat, flek hitam, dan menjaga keelastisan kulit.

Bahaya Retinoid bagi Ibu Hamil


Meski dalam jumlah sedikit retinoid masih dinyatakan aman, namun sebaiknya zat ini dihindari karena dapat menyebabkan gangguan saraf bagi ibu hamil dan janin. Retinoid dikenal juga dengan sebutan retinyl palmitate, retin-A, dan accutane. Golongan obat yang termasuk dalam retinoid adalah adapalene, retinol, tretinoin, dan isotretinoin.

2. Oxybenzon


Oxybenzon merupakan zat yang umumnya terkandung dalam produk tabir surya. Zat ini diketahui mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari (UV) yang bisa merusak kulit.

Bahaya Oxybenzon bagi Ibu Hamil


Efek samping zat ini untuk kehamilan masih menuai kontroversi. Jika kadar oxybenzon dalam kosmetik hanya sedikit, mungkin tidak akan berpengaruh. Namun jika berlebihan diketahui oxybenzon dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon selama kehamilan justru bisa membahayakan janin dalam kandungan.

3. Asam Salisilat/Salicylic Acid


Kandungan kosmetik yang dilarang untuk ibu hamil selanjutnya adalah asam salisilat/salicylic acid. Zat yang satu ini kerap ditemui dalam produk anti jerawat, baik berupa obat-obatan, krim, hingga sabun.

Bahaya Asam Salisilat/Salicylic Acid bagi Ibu Hamil


Diketahui, bahaya asam salisilat/salicylic acid bagi ibu hamil ternyata dapat menyebabkan keracunan pada janin yang tentunya juga berisiko untuk kesehatan dan perkembangan janin. Karena itu sebaiknya hindari penggunaan produk kosmetik yang mengandung asam salisilat/salicylic acid meski ibu hamil rentan berjerawat karena hormon yang tidak stabil.

4. Tetracyclin


Tetracyclin merupakan sejenis antibiotik yang juga digunakan dalam produk dan obat jerawat. Tetracyclin dapat membunuh berbagai jenis bakteri gram positif dan negatif sehingga sering digunakan untuk mengobati infeksi.

Bahaya Tetracyclin bagi Ibu Hamil


Tetracyclin yang manfaatnya sangat besar ini dapat larut dalam lemak dan melewati plasenta sehingga masuk dalam sirkulasi janin. Dampaknya zat ini dapat menghambat pertumbuhan tulang pada janin.

5. AHA, BHA, dan PHA


AHA (alpha hydroxy acid), BHA (beta hidroxy acid), dan PHA (polyhydroxy acid) merupakan zat yang umum terkandung dalam berbagai jenis produk kosmetik untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit seperti jerawat, alergi, iritasi, dan berbagai permasalahan kulit lainnya.

Dampak AHA, BHA, dan PHA bagi Ibu Hamil


Diketahui ketiga senyawa ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi ibu hamil dan janin sehingga tidak dianjurkan bagi ibu hamil untuk menggunakan produk yang mengandung ketiga senyawa ini.

6. Phthalates


Phthalates juga merupakan zat yang harus dihindari bagi ibu hamil dan umumnya terdapat dalam produk pewarna kuku, parfum dan perawatan tubuh seperti lotion. Phthalates digunakan sebagai pelumas untuk zat lainnya dan pada lotion menjadikan aroma lotion jadi tahan lama serta menjadikan lotion dapat menyatu dengan lembut pada kulit. Bahkan senyawa ini juga kerap ditemukan pada produk-produk berbahan plastik.

Bahaya Phthalates bagi Ibu Hamil 


Meski bahaya phthalates masih menjadi perdebatan namun phthalates diketahui dapat mempengaruhi kesuburan bagi orang dewasa dan anak-anak serta dapat mempengaruhi janin dalam kandungan terkait kesehatan, usia dan berat badan janin.

Itulah 6 kandungan kosmetik yang dilarang untuk ibu hamil namun masih aman digunakan di luar masa kehamilan. Meski ibu hamil ingin tetap cantik, namun bijaklah dalam memilih kosmetik yang benar-benar aman selama masa kehamilan.

Bagaimana dengan merkuri dan hydroquinone? Kedua zat ini jelas berbahaya bagi tubuh, tidak hanya bagi ibu hamil saja tapi untuk yang tidak hamil pun zat ini sangat berbahaya sehingga penggunaan zat ini dalam kosmetik sangat dilarang.

Previous
Next Post »